Perkembangan kendaraan listrik atau Electric Vehicle (EV) semakin pesat di Indonesia. Salah satu alasan utama masyarakat mulai melirik EV adalah klaim lebih irit dibanding mobil bensin. Tapi, apakah benar mobil listrik selalu lebih hemat? Artikel ini akan membahas perbandingan irit EV vs mobil bensin secara lengkap dari berbagai aspek, mulai dari biaya energi hingga perawatan.

1. Biaya Energi: Listrik vs Bensin

๐Ÿ”‹ Mobil Listrik (EV)

EV menggunakan energi listrik yang biayanya relatif stabil. Rata-rata:

  • Konsumsi EV: ยฑ 0,15โ€“0,2 kWh per km

  • Tarif listrik rumah tangga: ยฑ Rp1.444/kWh

๐Ÿ‘‰ Biaya per km EV bisa hanya sekitar Rp250โ€“300 per km.

โ›ฝ Mobil Bensin

Mobil bensin bergantung pada BBM yang harganya fluktuatif.

  • Konsumsi rata-rata: 1 liter untuk 12โ€“15 km

  • Harga bensin: ยฑ Rp10.000 per liter

๐Ÿ‘‰ Biaya per km mobil bensin bisa mencapai Rp650โ€“830 per km.

Kesimpulan: Dari sisi energi, EV jauh lebih irit dibanding mobil bensin.

2. Biaya Perawatan Kendaraan

Mobil Listrik

EV memiliki komponen mekanis yang lebih sedikit:

  • Tidak ada oli mesin

  • Tidak perlu ganti busi atau filter bahan bakar

  • Sistem pengereman lebih awet karena regenerative braking

๐Ÿ’ก Biaya perawatan EV bisa 30โ€“50% lebih murah.

Mobil Bensin

Mobil bensin memerlukan perawatan rutin:

  • Ganti oli berkala

  • Servis mesin dan transmisi

  • Komponen mesin lebih kompleks

Kesimpulan: Dalam jangka panjang, EV lebih hemat biaya perawatan.

3. Harga Beli dan Insentif

  • Harga awal EV umumnya lebih mahal dibanding mobil bensin sekelas.

  • Namun, pemerintah Indonesia memberikan insentif pajak, subsidi, dan bebas ganjil-genap di beberapa daerah.

Jika digunakan dalam jangka panjang (5โ€“10 tahun), selisih harga beli bisa tertutup oleh hemat energi dan perawatan.

4. Efisiensi untuk Pemakaian Harian

EV sangat cocok untuk:

  • Perjalanan dalam kota

  • Penggunaan harian (commuting)

  • Pengguna yang bisa charging di rumah

Mobil bensin masih unggul untuk:

  • Perjalanan jauh tanpa khawatir SPKLU

  • Daerah dengan akses listrik terbatas

5. Dampak Lingkungan (Nilai Tambah EV)

Meski fokus utama adalah irit biaya, EV juga unggul dalam:

  • Emisi gas buang nol

  • Lebih ramah lingkungan

  • Mendukung transisi energi bersih

Ini menjadi nilai tambah yang tidak dimiliki mobil bensin.

Kesimpulan: EV vs Mobil Bensin, Mana Lebih Irit?

Jika dilihat dari:

  • โœ… Biaya energi

  • โœ… Biaya perawatan

  • โœ… Efisiensi jangka panjang

๐Ÿ‘‰ Mobil listrik (EV) jelas lebih irit dibanding mobil bensin, terutama untuk penggunaan harian dan jangka panjang. Namun, pilihan tetap harus disesuaikan dengan kebutuhan, budget, dan infrastruktur di daerah masing-masing.