Musim hujan kerap membawa risiko banjir di berbagai daerah. Salah satu dampak yang sering terjadi adalah mobil terendam banjir, baik sebagian maupun seluruh bodi kendaraan. Kondisi ini tidak boleh dianggap sepele, karena air banjir—terutama yang bercampur lumpur—dapat merusak komponen vital mobil. Sebelum mobil digunakan kembali, ada beberapa hal penting yang wajib dicek demi keselamatan dan mencegah kerusakan jangka panjang.

Mengapa Mobil Terendam Banjir Berbahaya?

Air banjir dapat masuk ke sistem mesin, kelistrikan, hingga interior mobil. Jika langsung dinyalakan tanpa pemeriksaan, risiko kerusakan mesin, korsleting listrik, bahkan mogok total sangat besar. Oleh karena itu, pemeriksaan menyeluruh menjadi langkah krusial sebelum mobil kembali digunakan.

1. Cek Mesin dan Sistem Pelumasan

Hal pertama yang harus diperiksa adalah mesin mobil.

  • Periksa oli mesin menggunakan dipstick. Jika warna oli berubah menjadi kecokelatan seperti susu, berarti sudah tercampur air.

  • Oli yang tercampur air harus dikuras dan diganti sepenuhnya.

  • Jangan menyalakan mesin jika air diduga masuk ke ruang bakar, karena dapat menyebabkan water hammer yang merusak piston dan stang seher.

Tips: Sebaiknya mobil ditarik ke bengkel, bukan dinyalakan sendiri.

2. Periksa Sistem Kelistrikan

Sistem kelistrikan adalah bagian paling rentan saat mobil terendam banjir.

  • Cek aki, sekring, dan kabel-kabel utama.

  • Pastikan tidak ada karat atau kabel yang terkelupas.

  • Komponen seperti ECU (Electronic Control Unit) sangat sensitif terhadap air dan perlu pemeriksaan profesional.

Kerusakan kelistrikan sering kali tidak langsung terlihat, namun bisa menimbulkan masalah di kemudian hari.

3. Cek Filter Udara dan Saluran Intake

Filter udara yang basah atau berlumpur harus segera diganti.

  • Filter udara yang kotor dapat menghambat aliran udara ke mesin.

  • Jika air masuk ke saluran intake, risiko kerusakan mesin semakin besar.

Mengganti filter udara relatif murah dibandingkan biaya perbaikan mesin akibat kelalaian.

4. Periksa Sistem Rem

Air banjir dapat mengurangi performa pengereman.

  • Cek cakram, kampas rem, dan tromol.

  • Pastikan tidak ada lumpur yang menempel.

  • Rem yang terasa blong atau berbunyi harus segera ditangani.

Keselamatan berkendara sangat bergantung pada kondisi sistem rem.

5. Cek Transmisi dan Gardan

Baik mobil manual maupun otomatis, transmisi wajib diperiksa.

  • Oli transmisi dan gardan berpotensi kemasukan air.

  • Jika dibiarkan, dapat menyebabkan keausan dan kerusakan komponen internal.

Penggantian oli transmisi pascabanjir sangat disarankan.

6. Periksa Interior Mobil

Interior sering kali menjadi sumber masalah jangka panjang.

  • Angkat karpet dan cek bagian lantai mobil.

  • Jika basah, keringkan secara menyeluruh untuk mencegah jamur dan bau apek.

  • Jok berbahan kain lebih rentan menyerap air dan perlu pembersihan ekstra.

Interior yang tidak dikeringkan dengan benar dapat menurunkan kenyamanan dan nilai jual mobil.

7. Cek Tangki Bahan Bakar

Air banjir berpotensi masuk ke dalam tangki bahan bakar.

  • Air dalam tangki dapat menyebabkan mesin brebet atau mati mendadak.

  • Jika dicurigai, tangki perlu dikuras dan dibersihkan.

Masalah bahan bakar sering muncul beberapa hari setelah mobil digunakan kembali.

8. Lakukan Pemeriksaan di Bengkel Resmi

Meskipun beberapa pengecekan bisa dilakukan sendiri, pemeriksaan di bengkel resmi atau bengkel terpercaya tetap menjadi langkah terbaik.

  • Teknisi memiliki alat khusus untuk mendeteksi kerusakan tersembunyi.

  • Pemeriksaan menyeluruh dapat mencegah biaya perbaikan yang lebih besar di masa depan.

Kesimpulan

Mobil terendam banjir bukan berarti tidak bisa digunakan kembali, namun tidak boleh langsung dipakai tanpa pemeriksaan menyeluruh. Mulai dari mesin, kelistrikan, rem, hingga interior, semua harus dipastikan dalam kondisi aman dan layak jalan. Dengan langkah yang tepat, Anda bisa menghindari kerusakan fatal sekaligus menjaga keselamatan selama berkendara.