viskositas oli

Mengenal Viskositas Oli dan Rekomendasi untuk Mobilmu

Bicara soal oli, tidak hanya jangka waktu penggantiannya yang perlu diperhatikan tetapi juga tingkat kekentalan oli atau viskositas oli.

Viskositas oli yang kamu gunakan harus sesuai dengan mesin mobil kamu karena oli itu akan mengalir di antara celah-celah mesin. Oli yang mengalir di mesin ini akan menjaga mesin mobil dari karat dan juga sebagai pendingin agar suhu mesin lebih baik. Viskositas ini disimbolkan dengan angka. Semakin kental oli maka angka yang tertera semakin tinggi.

Jenis Nilai Kekentalan Oli Berdasarkan Perubahan Suhu

Ada dua jenis tingkat kekentalan oli atau viskositas oli. Perbedaan kedua jenis ini berdasarkan ketahanan kekentalan oli pada suhu dingin maupun suhu rendah.

1. Kekentalan tetap atau monograde

Kekentalan tetap disebut juga monograde atau single-grade. Sesuai namanya, oli ini memiliki nilai kekentalan yang bertahan pada suhu tinggi ataupun rendah. Maka dari itu rentang perubahan viskositasnya juga lebih kecil terhadap perubahan suhu mesin. Oli jenis ini biasanya dipakai sebagai oli transmisi mobil.

2. Kekentalan dimensi atau multigrade

Jenis yang kedua adalah oli dengan kekentalan dinamis atau multigrade. Oli ini memiliki kekentalan oli yang berbeda pada suhu tinggi dan suhu rendah. Oli multigrade ini biasanya digunakan sebagai oli mesin karena suhu mesin bisa menjadi sangat tinggi saat digunakan.

Bagaimana Membaca Viskositas Oli?

Ada tiga jenis kode yang menunjukkan tingkat kekentalan oli. Kode-kode itu dikeluarkan oleh lembaga standarisasi. Ketiga jenis kode itu adalah SAE, API, dan JASO. Tetapi umumnya yang digunakan adalah SAE (Society Automotive Engineers).

Sebagai contoh, pada kemasan oli tertera SAE 10W-40. Ini artinya kekentalan oli itu berada di posisi 10 saat Winter dan 40 saat kondisi panas. Ini juga berarti oli mobil dapat bertahan sampai suhu -10 derajat celcius, jadi kamu tidak perlu khawatir oli mobilmu mengental saat berada pada suhu dingin. 

Kamu mungkin bertanya-tanya, jadi manakah oli yang lebih baik?

Rekomendasi Penggunaan Oli Berdasarkan Viskositasnya

Mungkin banyak dari kita yang menjadi korban iklan tanpa memperhatikan viskositas oli yang dipakai. Hal ini adalah kesalahan umum dalam pemilihan oli, menggunakan oli dengan viskositas yang berbeda dengan bawaan standar.

Ada pula anggapan bahwa menggunakan oli yang lebih encer membuat kerja mesin menjadi lebih ringan dan tidak terbebani. Apakah anggapan itu benar?

Usia mobilJenis viskositas oli
Mobil keluaran terbaruOli yang lebih encer
Mobil tuaOli yang lebih kental

Faktanya, penggunaan oli harus disesuaikan dengan kebutuhan mobil kamu. Biasanya mobil keluaran terbaru atau masih muda menggunakan oli yang lebih encer atau yang memiliki kekentalan lebih rendah. Alasannya adalah mesin mobil yang masih muda memiliki gesekan komponen mesin yang rendah. 

Perkembangan teknologi pembuatan mesin mobil yang semakin maju juga merancang penggunaan oli yang lebih encer. Jadi, oli encer pun masih baik untuk melumasi seluruh bagian mesin.

Sebaliknya, untuk mobil tua atau mobil lawas sebaiknya menggunakan oli yang lebih kental. Penggunaan oli yang lebih kental ini berfungsi menahan gesekan komponen yang telah lama bekerja. Jika menggunakan oli encer untuk mobil tua, maka akan timbul suara berisik dari mesin.

Penggunaan oli yang memiliki viskositas oli yang tinggi atau oli kental pada mobil tua juga bisa menahan agar oli tidak cepat menguap. Penggunaan oli yang encer pada mobil tua bisa menyebabkan oli cepat menguap bahkan habis.

Perbedaan Viskositas Oli pada Oli Mesin dan Oli Transmisi

Seperti yang sudah disinggung di atas bahwa berdasarkan perubahan suhunya, oli mesin menggunakan jenis oli multigrade dan oli transmisi menggunakan jenis oli monograde atau single-grade. Bagaimana dengan viskositasnya?

Oli mesin biasanya lebih encer dibandingkan oli transmisi. Hal ini disebabkan karena celah antar komponen pada mesin lebih sempit daripada komponen dalam gearbox. Oli harus mampu masuk ke celah-celah silinder dengan piston yang sangat sempit.

Selain itu, penggunaan oli encer pada oli mesin juga bisa membantu sirkulasi yang lebih lancar dari bawah ke atas. Oli mesin biasanya memiliki kekentalan 10W sampai 40 SAE.

Sementara itu oli transmisi memiliki kekentalan yang lebih tinggi. Oli yang lebih kental ini berfungsi untuk meredam bunyi antar roda gigi agar tautan pada roda gigi dalam gearbox tidak terdengar kasar.

Tetapi keduanya, baik oli transmisi maupun oli mesin, memang akan lebih encer apabila sudah mencapai batas penggunaan dan harus diganti.Nah, sekarang sudah paham memilih oli berdasarkan viskositas oli ya? Jangan lupa untuk rutin mengganti oli mobil kamu di bengkel terdekat ya. Daftar akun dan booking service melalui Otoklix untuk bikin jadwal ke bengkel ganti oli terdekat.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *